ef Aga Rirs

Malam Dingin


Malam ini dingin. Ia tahu ini dingin, seperti dingin yang sudah sudah.
Tapi manusia memang tak pernah ingat betul apa yang dirasakan.
Dan ia selalu merasakan lagi dan lagi. Seperti suka, duka, senang, sedih.
Bukankah itu semua pernah kita rasakan? Namun kenapa hari ini masih jugga semua tersasa baru?

Seperti nyanyian jangkrik di ujung sana.
Ia memang tahu kalau ia semakin kesepian.
Jangkrik menyayi karena ia kesepian.
Namun ada kalanya semua terasa lama.

Lalu jika mereka bertanya padanya.
Akan ia sampaikan ini takdirnya.
Karena terlalu menurut pada isi hati.
Meyakini sesuatu tanpa pertimbangan.

Percaya pada kalimat yang diucapkan saat aura cinta baru saja menghampirinya.
Aku seharusnya mengerti setiap orang yang mabuk asmara akan berkata apa saja.
Bahkan usangpun ia anggap janji.

Mata tak dapat melihat
Telinga tak dapat mendengar
Bibir tak dapat berbicara
Hingga ia tak dapat merasakan dan tenang di alam sana.

"Ich Vermiss{e} Dich"

Sesungguhnya ALLAH bersama kita


"La Tahzan, Innallaha Ma'ana" Bagi seorang muslim sudah tak asing, mendengar atau membaca kalimat itu. Sebenernya apa sih arti kalimat tersebut? "La Tahzan, Innallaha Ma'ana" : Janganlah bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.

Intro
 
Cuma mau sharing pengalaman, semoga mengetuk hati kalian. Kebenaran dari kalimat tersebut sangat pernah saya rasakan beberapa waktu yang lalu, kira-kira sebulan lalu hingga sekarang yang saya alami. Dan sangat sukses membuat hati saya bergetar, jiwa dan raga yang terombang-ambing hingga akhirnya tenang.

Bila sumber cahaya itu pergi dan tidak ada kehangatan serta menjadi lembab, gelaplah sudah dan sangat cocok bagi para syaitan bersemayam. Badan yang terbujur lemas, dada yang tak hentinya menghantam. Mata ini terus memandang ke atas dengan pikiran melayang-layang.

Esok hari benar saja tepat tanggal 4 Oktober lalu, tubuh yang diselimuti hawa kehancuran. Saya terkapar tak berdaya, dada sesak serta sakit seperti ditusuk. Mungkin kelelahan karena pengurusan acara aqiqah keponakan pertama, dijalanan penuh debu yang tak sengaja terhisap serta pergi wara wiri Bekasi - Jakarta.

Akhirnya berobat ke klinik, kebetulan sahabat saya Ichbal sedang ada di Jakarta dan mengantarkan saya. Setibanya di klinik, seperti biasa saya menunggu antrian panggilan untuk diperiksa. Ada beberapa orang yang sedang mengantri dengan wajah lesu mereka, sambil melepas bosan kami hanya bercanda-canda.

Tibalah saya dipanggil untuk diperiksa penyakit oleh dokter. Di ruangan itu dingin dan terlihat seorang dokter wanita, serta peralatannya yang tersusun rapi. Saya pun di periksa dengan stetoskop, alat bantu pendengar suara jantung dan suara pernafasan. Tersentak saya kaget dengan diagnosa dokter tersebut.

Dokter : Hemm.. Jantung kamu aneh, seperti ada suara yang tidak jelas. Pasti kamu merokok yah ?

Saya : Apakah parah dok ?

Dokter : Nada jantung kamu tak beraturan, itulah kenapa kamu sesak napas. Kita lihat perkembangan 4 hari atau seminggu yah ! kalo belum ada perkembangan, kamu berobat lagi ! ini saya kasih obat sesak nafasnya setengah yah, jangan kebanyakan karena sangat bahaya.
Saya hanya terdiam memikirkan penyakit dalam yang diderita. Menghampiri ichbal dan memberitahunya, tersentak dia pun kaget. Namun saya berkali-kali tak memikiran itu, saya akan membawanya ke alam tenang. Memastikan bahwa ini hanyalah penyakit biasa, dan bisa teratasi dengan baik.

Mulai

Penyakit yang tak kunjung sembuh, menggerogoti tiap saya bernafas. Dan sangat banyak sekali pikiran yang menyerang bertubi-tubi. Memporak ponda-kan seluruh otak ini, meruntuhkan pondasi fisik saya. Setiap saya bangkit dan tiap saya semangat selalu saja jatuh, tanpa ada mendorong saya.

Beberapa hari yang lalu saya tidur sangat gelisah dan disuguhi mimpi buruk, saya hanya seorang diri serta sosok makhluk hitam seram. Di siksa tanpa henti tanpa ampun, seperti di cambuk serta di dorong ke jurang panasnya api (Gak perlu saya berikan contoh gambar, silakan kalian bayangkan). Saya terbangun dibanjiri keringat, badan terasa panas, kepala pusing. Akhirnya saya wudhu dan Sholat Tahajud, memohon ampunan berdoa menenangkan hati.

Pagi harinya badan terasa segar, namun masih tersisa sedikit rasa gelisah. Seperti biasa di kantor saya browsing membaca berita, melihat postingan di medsos. Terlintas tanpa disengaja saya melihat postingan seseorang dengan judul "Tanda-tanda kematian", tak dapat dipungkiri rasa gelisah menjadi-jadi.

Hingga malam kembali tiba, demam malam pun langganan menghampiri. Saya masih memikirkan gelisah, karena beberapa waktu yang lalu saya sering membaca artikel seseorang dengan terselipnya kata "kematian". Saya tidur terlelap, karena kerjaan hari ini sangat menyita otak saya.

Terlihat di sana banyak keluarga yang sedang berkumpul, teman kerabat, sahabat serta keluarga dia dan dia terlihat menangis. Saya yang hanya melambaikan tangan, melepas senyuman. Lagi-lagi terbangun dengan mimpi buruk, saya pegang dada terasa sesak dan sakit. Sebentar saya merenung mengingat dosa, berwudhu dan sholat tahujud lah  yang bisa menenangkan hati.

Saya coba untuk mendengarkan beberapa ayat Al-Qur'an, di bawah alam sadar saya terbawa arus ketenangan. Sangat begitu damai, hati yang sangat tentram. Mungkin ibadah saya kurang khusyu, ucapan dan sikap saya kurang baik. Hampir putus asa, dengan menguji saya dengan berbagai hal. Saya sangat tahu dan mengerti mengapa Allah memeberikan itu kepada saya.

Karena Sesungguhnya Allah Bersama Kita~

Ketika kantor sepi


Assalammualaikum..

Hai.. Selamat siang, kelabu nya langit siang ini, memberi rasa pada hati untuk menulis. Rasa itu datang disaat kesendirian menjadi kawan, saat hati yang sepi berada pada batas toleransi nya. Kesendirian yang semakin menjadi-jadi, kala langit pun memberi latar kelabu.

Bagaimana bisa tokoh itu datang tiba-tiba, dan kapankah kebenaran akan membiarkan pintunya terbuka. Semua pertanyaan itu, begitu menyiksa jiwa yang meradang dalam ketidakberdayaan mencari jawaban. Ciyee... yang gak dianggapnya, lo lelah curi perhatiannya ?

Harus diakui, hati yang kosong mudah sekali dijejali, oleh dahsyatnya rangkaian kata, yang berbingkai alunan nada yang manis. Entah semu atau benar apa adanya. Sebuah harapan teruntai di tengah hiruk pikuk pergejolakan batin. Sedih sekali-kali boleh lah , tapi kalau tiap hari hidupsuram juga

Bahkan, perasaan yang sebenarnya dirasakan pun, begitu sulit di ungkapkan. Terasa senang sekaligus takut. takut sekali. Takut yang berkembang menjadi beku nya hati. Namun disaat yang sama, dapat langsung mencair hanya karna hangatnya sebuah perhatian. Tak apa sekarang mengemis, nanti suatu saat mereka yang mengemis santai aja dunia berputar kok.

Cukup sudahlah jangan mengusik raga yang pada lo akhirnya akan dijatuhkan dari tempat yang tertinggi. Jangan pula berpura mengasihi, padahal kelak hati itu kan dibiarkan membusuk karna luka yang terlalu lama. Perasaan jangan cuma dipendem, ungkapin selagi bisa.. Jangan sampe nyesel di kemudian hari.

Jika benar ada ketulusan untuk mengenal, maka datanglah dengan wajar tanpa berlebihan. Kalau benar ada ketertarikan pada rasa yang terpupuk, maka jangan pernah menyia-nyiakan. Selesaikan urusan dengan hati sendiri dulu, baru ketuklah pintu ini dengan hati bersih karna cinta dari Tuhan. bukan sekedar mencari sesuatu untuk mengisi kekosongan.
Hati ini sudah mengalami berbagai fase dalam hidup. baik hitam ataupun putih, maupun yang tersamarkan menjadi kelabu. Sudah saatnya untuk membuka jiwa, membiarkan ruh yang terjebak, merasakan indah yang sebenarnya dari Tuhan. bukan perasaan sesaat dari nafsu. bukankah hidup berwarna-warni bagai pelangi.

Terima Kasih. Wassalam. Selamat siang.

Sumpah Pemuda, Pejuang inspirasi dan kreatif !!!


Yooosh.. Assalammualaikum. Selamat Siang Kawan

Lupakan keresahan, saatnya kita membahas yang lain. Oh iya... Selamat Hari Sumpah Pemuda 2015 Semoga kita sebagai pemuda pemudi bertekad semangat untuk bangsa Indonesia, menjadi pribadi yang lebih baik, menjunjung tinggi derajat bangsa Indonesia, hancurkan dinding yang menghalangi.

Gue kasih ringkasan apa itu Sumpah Pemuda. Silakan simak berikut ini :

Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.

Yang dimaksud dengan "Sumpah Pemuda" adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada "tanah air Indonesia", "bangsa Indonesia", dan "bahasa Indonesia". 

Keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap "perkumpulan kebangsaan Indonesia" dan agar "disiarkan dalam segala surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan".

Isi dari rumusan yang di cakan saat itu sebagai beriku yang akhirnya di kenal sebagai Sumpah Pemuda :


Nah itu dia ringkasan mengenai Sumpah Pemuda kawan, kali ini gue akan membahas pejuang masa kini. Kita sebagai pemuda pemudi penerus bangsa Indonesia, harus siap menggempur yang di depan kita. Gak perlu kita mengangkat senjata, gak perlu adanya tumpah darah. Yang kita perlukan "SEMANGAT" yuppz... dengan satu kata seperti itu, buat diri kita lebih berarti.

Semangat nasionalisme harus tetap mengalir tiap nadi kita, harumkan Indonesia dengan bakat yang kita punya. Contoh  berikut ini beberapa pemuda pemudi yang mengharumkan Indonesia :


Hibar Syahrul Gafur (14) siswa kelas VIII SMPN 1 Kota Bogor ini sukses meraih medali emas dalam kompetisi International Exhibition of Young Investor (IEYI) yang dilaksanakan di Malaysia dengan karya ciptaannya sepatu listrik anti pelecehan seksual.



Hania dan Fahma berhasil menjuarai APICTA (Asia Pacific ICT Alliance Awards). Karya mereka merupakan kumpulan program game edukasi sederhana yang dibuat menggunakan Adobe Flash Lite untuk ponsel Nokia E71 dengan judul “My Mom’s Mobile Phone As My Sister’s Tutor” (Ponsel Ibuku Untuk Belajar Adikku).


Hafiza Elfira, wanita muda ini membekali ibu-ibu penderita kusta dengan ilmu menjahit manik-manik pada jilbab. Ternyata hasil karya jilbab manik-manik para ibu-ibu penderita kusta itu mempunyai nilai jual yang tinggi dan laris di pasaran. Walhasil, Hafiza bersama Nalacity Foundation mampu meraup omzet ratusan juta per bulannnya dari penjualan jilbab manik-manik.

Masih banyak pemuda pemudi kita yang berbakat di luar sana. So... kalian yang sering tawuran, Narkoba, Alkohol stop !!! itu sangat menghancurkan masa depan kalian.

"Di Tahun ’28, bangsa kita yang belum punya Negara dan berbicara dengan ratusan bahasa daerah, sepakat jadikan bahasa Indonesia sebagai lingua franca. Dahsyat (@haidarbagir) "

Kutipan tersebut sengaja diambil, sehingga membuat hati gue begitu bergetar, betapa pemuda tahun 1928 mampu menerjemahkan semangat ke Indonesiaan begitu kuat. Pertanyaanya, apakah kita sebagai generasi penerus sudah mewarisi atau bahkan mewariskan keindonesiaan kita kepada anak-anak.

Sebelumnya gue ingin bertanya, sungguhkah para pemuda itu pernah bersumpah ataukah mereka hanya mengaku? Sumpah terdengar lebih puitis dan sakral daripada hanya ‘sekedar’ mengaku, atau mungkin memang kebanyakan kita lebih menyukai semua yang ‘terdengar’ indah daripada yang terlihat nyata?’

Tapi sejujurnya gue sangat menyukai bunyi sumpah, eh pengakuan para pemuda bangsa, pengakuan itu sesungguhnya membuat gue terharu. Namun sayang semangat belakangan ini tak selalu positif. Dengan era galau yang ngetrend dan jomblo jadi  sasaran empuk bully, tengoklah berbagai sosmed, dan hal semacam itu membuat orientasi dan semangat remaja kita bergeser, tak lagi untuk berprestasi tapi lebih memfokuskan pada masalah hati.

Kata om Rhenald Kasali, remaja sekarang adalah generasi stroberi, terlihat cute tapi gampang sakit hati. Mereka terlalu rapuh, fiuuuh. Ayo dong remaja dan para pemuda, bukan hanya karena pada peringatan Sumpah Pemuda saja, tapi sesekali berpikirlah jauh ke depan, tentang hari esok ketika kalian jadi orang dewasa ketika kalian jadi pemimpinnya menggantikan mereka yang hari ini kebijakannya lo kiritik dan protes.

Mereka yang mewariskan lo dengan masalah. Mereka yang kadang ‘lupa’ memperlakuka lo dengan cara yang seharusnya. Mari lakukan aksi yang membuat lo layak untuk menyongsong masa depan lebih baik, bukan cuma jadi remaja yang rela ingatannya dilumpuhkan hanya karena putus cinta.
Remaja sekarang harus lebih tangguh dari remaja tahun 1928.

Mereka bisa bersumpah dan kalian harus mewujudkan sumpah mereka. Kalian harus tahu wahai pemuda apa yang Franz Kafka penulis kesayangan gue katakan tentang kalian, "Youth is happy because it has the capacity to see beauty.” Beruntunglah lo yang masih merayakan masa muda!

Cerita Kemarin


Siang kemarin gue duduk di samping jendela kamar teman, dengan khas lamunan biasanya sepintas wajah dia. Menikam pikiran memaksa otak kiri gue bekerja, mempertimbangkan menganalisa dengan hati-hati. Kebetulan salah satu teman gue ada yang ulang tahun, saat kita masih satu atap kampus dan kelas yang sama. Namun gue gak menghadiri acara itu, karena gak mungkin dengan penyakit gue sekarang bisa menembus perjalanan jarak jauh.

Melanjutkan lamunan tadi, gue merancang kembali otak kiri ini bekerja. Akhirnya gue memberanikan diri untuk datang ke rumah dia, meski gue merasa takut nantinya menimbulkan kekecewaan. Mencoba untuk menghubungi dia "tut tut tut ... nomor yang ada panggil sedang tidak aktif" Cessss... perasaan gue kalut, oke gue coba untuk menghubungi nomor orang tuanya.

Hallo.. Assalammualaikum
Wallaikumsalam, ada apa ? (Eh ternyata dia yang angkat)
Hape kamu gak aktif ya ?
Iya, lagi aku charger.
Oh... Ehmmmmm... Aku mau maen ke rumah ! (hehe.. gue sempet takut dia nolak)
Tapi aku mau keluar dulu !
Aku gak sekarang kok ke rumahnya, nanti abis maghrib.
Oh yaudah..
Yaudah, Assalammualaikum
Wallaikumsalam

Skip... lanjut di rumah dia

Sampai lah gue di rumahnya, saat itu kebetulan dia ada di depan itu dengan papanya. Gue yang baru sampai langsung mengatur nafas, yaa.. gue sendiri gak tau penyakit ini ada apa dan kenapa kaya gini. Gue menaruh Pizza di atas tempat duduk yang biasa gue bersantai di rumahnya. "Yuk nih makan bareng" Kebetulan dia memasang status di whatsapp "mau ini (Pizza)", di jalan gue menyempatkan mampir ke PHD.

Seperti biasa gue berbincang-bincang dengan papanya, kita membicarakan penyakit yang di derita sama "Jantung". Papanya baik, beliau sering membuat cerita seru, modelnya  seperti anak muda, gak mempermasalahkan harus ini itu.

Dengan keluarga dia saat ini, gue sangat merasa nyaman. Gue lebih deket ke mamanya, kita sering cerita ini itu disertai canda tawa khas mamanya. Namun kemarin mamanya sibuk, gak ada cerita seperti biasanya. Ketika papanya sedang asik olahraga jempol (Otak Atik Hape ^_^), gue ditawari makan oleh dia kebetulan gue lapar dan memang harus makan. (Semoga kelak kamu melayani aku dengan rasa harmonis yang sangat berbeda dari sekarang ini amin...).

Sudah lama kita gak pernah seperti ini, biasanya dia dengan semangatnya bercerita. Gue sebagai pendengar setianya, memperhatikan tiap bait kalimat yang dia keluarkan meski sepintas gue agak jengkel. Gue yang menahan ngantuk, menahan waktu larut malam, hanya untuk mendengarkan cerita dia. Perasaan gue terbayarkan semua, pada malam itu gue sangat senang sekali.

~Terima Kasih Kamu~

Celoteh demam malam



Narasi pertunjukan sudah dilakukan, dia yang mengikuti tiap alurnya. Langkah demi langkah menikmati dengan nafsu hati yang membara. Narasi yang paralel  dengan narasi pembuka sesi ini. Melukiskan kontradiksi antara kebahagian semu, di bawah kekuasaan dan kebahagian sejati.

Setiap manusia berhak dengan cintanya, berhak untuk mencintainya dan berhak untuk di cintainya. Tidak ada aturan pasti tentang cinta. Setiap manusia boleh memiliki dan bisa saja akan kehilangan. Tidak ada kasus mencuri cinta dipidanakan. Karena cinta itu memilih dan terkadang juga pilihan, bukan merampok atau pun paksaan,

Untuk wanita ku dengarkan lah.

Sudah sejak lama kita menjalin hubungan, dan seharusnya kau tau seberapa dalam dan akan seberapa lama cinta mu bertahan? Setiap hari ketika bercanda dengan kamu adalah bahagia. Allah mungkin belum berkehendak menyerahkan sepenuhnya untuk ku. Atau mungkin Allah masih ingin menguji sberapa kuat iman kita untuk saling mengerti dan setia.

Aku tidak menyalahkan mu wahai wanita ku, ketika banyak tawaran datang bernego dengan perasaan mu untuk memiliki cinta mu. Meski sepintas aku benci dan cemburu tapi percayaah aku tak akan mengambil sebilah parang dan menebaskanya pada orang tersebut. Aku masih percaya bahwa kau masih masih sanggup untuk menepati segala janji setia mu. Jika tidak.

Untuk Kamu Yang Ku Rindukan


Aku hanya berharap sedikit rasa pengertian mu dan akal sehat mu. Dan sedikit akan bertanya padamu.? Terlalu sempit kah dunia ini? Apakah Tuhan menciptakan satu wanita untuk beberapa pria sekaligus? Dan apakah oleh sebab itu kita harus menentang semua rasa persaudaraan hanya untuk memperbutkan wanita yang sama-sama kita rindukan.

Aku mencoba belajar bagaimana mempertahankan posisiku dengan berjabat tangan, bukan dengan kepalan atau senjata. Karena aku menghargai setiap perasaan manusia.

Wahai Wanita ku dengarkan lah

  • Dengan hijab kau terlihat lebih anggun
  • Hijabmu membuat dirimu menarik dan berkelas di hati, tak hanya dimata
  • Walau tak ada jaminan kau sempurna, tetapi dengan berhijab itu adalah bukti bahwa engkau berusaha menjadi orang baik
  • Sama Allah saja kau setia, tentulah aku tak meragukan kesetianmu
  • Dengan perintah Allah saja kau patuh, niscaya patuh denganku bukan suatu yang sulit bagimu
  • Tubuhmu saja kau jaga sebaik-baiknya, apalagi cintamu untukku

Untuk kamu wahai wainta ku~

Suka duka ditinggal nikah

Gue teringat kenangan manis pahit nya ditinggal nikah, sore ini gue menyadari ada yang hilang.  Coba bayangkan enak gak sih kalo ditinggal nikah oleh seseorang yang kalian sayangi.  Yang selama sisa hidup kita dilalui bersama suka berantem, suka berbagi kasih sayang,  kadang cuek,  gak mau ngalah. 

Dan sekarang gak ada lagi momen seperti itu.  Udah gak bisa kita lakukan di keseharian sekarang ini.

Untuk itulah gue cuma bisa nulis lewat Blog pribadi,  gue tumpahkan semua rasa kesal,  kecewa,  seneng.  Gue ditinggal nikah beberapa orang yang gue cintai,  mulai dari maryati,  tria dan kakak kandung gue suchy.  Mereka adalah mentor,  motivator,  inspirator.


#Maryati, dia sahabat gue yang gak sengaja kenal lewat mantan gue.  Ketika gue lemah dia yang menguatkan gue,  ketika gue kesal dia yang menaburkan benih kegembiraan,  ketika gue sedih dia yang mengingatkan dengan kata indahnya "menangislah biarkan air mata jatuh diatas sajadah".  Udah sering gue jalan sama dia,  nganter kesana kesini,  nemenin dia.

Momen itu sekarang udah gak bisa gue rasain. Datanglah sosok pria yang menikahi marayati,  gue gak bisa menahan mereka.  Tapi gue seneng akhirnya ada menjaga dia hingga akhir tua.

Selamat ya maryati semoga menjadi keluarga SAMAWA.  Dan maryati juga udah punya anak loh,  semoga Allah melindungi keluarga kecil kalian yaa amin.


#Tria, kalo wanita ini sepupu yang paling deket sama gue,  sifatnya ambekan,  baik,  peduli,  sedikit ceroboh,  kalo mikir lola kadang suka nyebelin (hehe...  Mungkin dia gak tau kalo selama ini gue kadang suka kesel,  untuk menjaga perasaan dia juga sih).

Tapi dibalik sifat dia yang agak miring dikit hehe..  Gue sayang sama dia.  dulu gue sering sharing cerita, suka kasih support,  solusi kalo ada yang masalah.  Ada satu momen gak baik,  dulu kita diem dieman selama satu bulan hahahaha..  Salah gue juga sih.

Namun lagi lagi momen itu hilang diterkam,  memaksa gue untuk mengikhlaskannya.  Gue hanya bisa mendoakan tria dan suaminya serta dede bayi yang masih di perut ibunya.


#Suchy, kakak kandung gue sendiri.  Yang udah hidup bersama selama 23 tahun,  banyak suka duka yang kita jalanin.  Meski tak indah tapi sangat indah kita lalui bersama. Kakak gue orangnya jutek,  pemarah,  semangat, tertutup namun dibalik sifat sifat itu kakak orangnya baik banget,  meski kebaikannya itu gak diperlihatkan.

Gue suka iri liat orang lain kakak adik akur,  bisa saling berbagi.  Kebanyakan kita suka berantem,  tapi belakangan ini ketika beranjak dewasa percekccokan kita mulai membaik.

Dan malam kemarin ibu gue memberi kabar kakak gue nelpon,  dia menaburkan perhatian ke adek,  nyokap,  bokap,  dan gue.  Denger nya gue seneng banget,  mungkin sudah tertanam sosok ibu.
Gue suka menolak kalo kakak gue selalu minta dianterin jalan, kadang marah akhirnya gue sadar kalo gue udah jahat sama kakak sendiri. Padahal segalak apapun  dia tetap pelindung gue.

Sekarang udah terlambat untuk gue memberikan kasih sayang lebih,  kita udah gak tinggal bersama lagi. Gue cuma bisa menyesal,  kesel dengan diri gue sendiri. 

Hingga aa rohman membawa pergi kakak gue,  dan gue gak bisa melakukan apa apa.
Tapi gue sangat bersyukur,  alhamdulilah aa rohman adalah pria yang soleh,  baik,  perhatian,  sabar,  tanggung jawab.  sangat beruntung kakak menjadi suaminya.  Dan yang paling seneng,  sebentar lagi gue bakal dipanggil om hehe...

Untuk membalas kebaikan kakak,  gue janji bakal menjaga keluarga kecilnya. Bakal hidup rukun amin.

Mereka beberapa sosok penting dalam hidup gue, udah gak ada lagi kebahagian mereka yang gue lalui bersama.  Tapi alhamdulillah gue masih mempunyai sisa keluarga kecil, The Rirs,  dan Eriska Febriana yang bakal mengisi hidup gue sekarang.

Aku sayang kalian semua

Best Regards


RANGGA SETIAGA

Pengalaman Baru "Kerja Dunia IT"

Hallo sobat blogger (^_^)

Gue seorang sarjana pengaguran yang hidup di kota besar Jakarta. Sudah satu minggu gue apply resume, mencari kerjaan kesana kesini, dateng ke perusahaan satu dan perusahaan lainnya tak kunjung gue dapatkan. Dan hampir dua minggu gue baru dapat panggilan dari perusahaan CONEC WORLD. Padahal gue belum pernah apply keperusahaan itu, tapi namanya pengguran ya gue coba deh.

Setibanya diperusahaan tersebut gue lihat ya, seperti perusahaan yang baru merintis. Tapi kantornya sih boleh juga, gue berpakain seperti sales penjualan obat-obatan hehe :( gue lihat beberapa orang disitu, pakaiannya casual aaah.. cuek aja deh.

Sambil nunggu panggilan gue memandang jendela, pikiran gue ke Eriska yaah ampun dah doi lagi dinas keluar ke khawatiran aja soalnya pertama kalinya doi keluar kota tanpa temen atau keluarganya. Gubrrakk.. eehh coy balik ke topik wkwk

Sampe mana tadi !? Oh iya memandang jendela ya :D naah.. tiba saatnya gue di interview. Interviewer kali ini gak begitu menegangkan, si ibu nya baik ramah. Beliau nanya background gue seperti apa, dengan lapang dada gue awalnya ngobrol kaya mau presentasi. 

"Rangga santai aja lagi, cara bahasa kamu aja seperti apa jangan terlalu baku" Sambil senyum 

Hehe... gue kalo di interview harus tampil maksimal, kudu memberikan kesan baik. Yaaa kalo yang interviewnya bilang bebas, gue langsung tampil apa adanya deh. Oke interview selesai, katanya gue bakal dipanggil lagi kalo syarat gue memuaskan.

Setelah hampir dua minggu akhirnya perusahaan CONEC WORLD memanggil gue. Alhamdulillah akhirnya gue diterima kerja, ya sedikit mengobati rasa kecewa gue karena gak lolos tes di BCA. Oke gue langsung kerja pada hari senin, gile cepet bener persiapan aja belum gue.

Dunia IT itu luas, perkembangan teknologinya pun maju. Yaaa gue baru pertama kalinya kerja diperusahaan bidang IT, sebelumnya dan udah lama banget gue pernah kerja tapi bukan dibidang IT melainkan dibidang makanan & minuman :p

Gue kerja lumayan dekat dengan tempat tinggal sekarang, tepatnya di Menara Thamrin Gedung DesignClopedia. Di posisikan sebagai Web Administrator dengan jabatan junior staff. Hari pertama kerja gak terlalu sibuk, cuma ngantuk aja hooaam sama sekali belum ada kerjaan. Gue hanya mempelajari CMS Magento, dan gue kaget jobdes tidak sesuai dengan posisi gue. Karena gue sama sekali belum pernah pake CMS Magento, ya mau gak mau gue harus mempelajarinya.

Hari kedua kerja, tidak ada yang menarik hati gue. gue harus bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar, huh lingkungan kerja gue orang tua semua. haha... ya mau gak mau gue harus bisa, ohiya ada momen yang bikin gue gak pede. Yaa gue disuruh pose ala majalah ganteng wkwkwk.. padahal gue gak begitu suka di foto. Setelah di paksa oleh Ibu Melvina (staff HRD untuk foto, jadilah desain gue yang di buat mbaa siapa ya lupa pokoknya mba staff Design haha.. jeng jeng inilah cover boy majalah wkwkwk kaku banget kan.


Hari ketiga kerja, makin gak ada yang menarik lagi. rada mulai gak betah gue kerja disini, entah karena gue kurang semangat atau perjanjian kerja yang kurang sesuai. Tapi yang jelas hari ketiga ini gue kacau banget, akhirnya gue nenangin diri jalan2 ke sarinah sendirian, sambil ganti kartu di galeri Ind**at. Otak makin kacau gegara, pegawai pelayanan galeri Ind**at bikin keki. Coba bayangin udah 2 jam lebih gue baru dilayanin, pelayanannya kurang puas banget.

Hari keempat kerja, lumayan lah meski perasaan agak aneh dikit. Semangat kerja gue agak turun, kenapa ? karena perjanjian kerja gak sesuai mulai dari gaji, jobdes, beberapa fasilitas yang kurang sesuai sama gue. Entah sampe kapan gue betah kerja disini, gue harus tetep semangat kerja. Oke deh segitu dulu sobat, mungkin dilain waktu gue sharing2 lagi. Kebetulan hari ini gue lagi gak ada kerjaan hehe..

Terima Kasih Walaikumsalam

Part 1 - "SERA"


Perkenalkan nama gue Surya Efendy Ramadhan Agung, biasanya gue sering dipanggil sera. Singkatan nama gue yang terlalu panjang hehe Setelah memantau laptop dan sarapan pagi, gue berangkat kuliah dengan rasa percaya diri dan sedikit senyuman.

Gue mahasiswa yang baru masuk disalah satu universitas negeri tepatnya didaerah depok. Dan hari ini pertama gue masuk kuliah, sebelum berangkat gue selalu memantau laptop kesayangan
yang dibelikan oleh ibu tercinta

"Bu aku berangkat dulu ya, ibu sendirian dirumah jangan capek-capek ya !!!"

Gue hanya tinggal berdua dirumah dengan ibu, gue hidup selama 3 tahun tanpa ayah. Karena sudah bercerai, ibu gue dikhianti. Ibu gue mempunyai usaha butik, dari situlah ibu gue membiayai kehidupan kita berdua. Gue lebih memilih tinggal bersama ibu, karena beliau sangat sangat berarti buat gue.

Dan berangkatlah gue kekampus dengan sepeda motor...

Tibalah gue didepan pintu masuk parkiran, banyak sepeda motor yang berbaris agak rapi. Gue bertanya-tanya dengan satpam, ruangan tempat gue belajar.

"Assalammualikum... maaf pak ganggu, ruangan D24 dimana ya ?"

pak satpam memberikan arahan ke ruangan yang gue maksud. Bergegas lah gue dengan cepat, karena gue udah telat 40 menit.

Dan benar saja, diruangan itu sudah ramai mahasiswa dan dosen yang nantinya bakal jadi teman-teman serta dosen pangajar gue.

"Assalammualikum...maaf pak saya telat, boleh saya masuk" memasang wajah malu sedikit senyum
Gue diperbolehkan masuk, dan memilih kursi paling belakang.

"emmhh... mas mas yang baru masuk silakan maju kedepan, perkenalan diri dahulu."

Gue sedikit deg deg untuk memperkenalkan diri didepan puluhan mahasiswa. Dengan gagah dan percaya diri gue memberanikan diri

"Nama saya Surya Efendy Ramadhan Agung, teman-teman bisa panggil saya sera".

Gak ada yang istimewa dihari pertama kuliah, gue hanya memandang kerumunan mahasiswa mahasiswi lewat jendela. Ya ginilah gue harus bisa beradaptasi, karena hanya gue seorang yang belum akrab dengan teman baru dikelas.

"Bro... sendirian aja, nama gue aryo" Sahut aryo sambil meyodorkan tangan

sentak gue kaget lagi asik bengong
akhirnya ada yang ngajak gue ngobrol. si aryo ini teman sekelas gue, dia orangnya baik dan bakal jadi teman akrab gue.

Hanya sebentar kesendirian gue, dan mulai beradaptasi dengan teman baru. Disela-sela gue mengobrol dan bercanda dengan teman baru, ada nada dering di telepon gengam gue. Yah panggilan masuk dari seorang wanita, tiada lain dia pacar gue

"Halo kambing jantan ku apa kabar ?"
"Heh... ucapin salam yang bener, Assalamualaikum kek !!!"
"Hehehe... iya iya Assalammualikum"
"Walaikumsalam... nah gitu yang bener, ya aku baik disini. Loh kamu kok gak belajar sih?"
"Iya nih, para guru lagi rapat, ngebahas UN sekolah kayanya deh. eh aku takut gak lulus nih, gimana ya"
"Jangan pesimis gitu, kamu harus usaha total. Makanya belajar yang bener deh, jangan media sosial mulu. Coba seharian paling kamu media sosial mulu, gak disekolah dirumah. Orang tua kerja keras untuk anaknya agar kelak sukses"
"huhh... kamu mah, iya iya bawel deh kaya orang tua aku. Nanti malem jadikan yah, aku udah siapin bahan-bahan masakan loh buat dinner dirumah aku. Awas aja kalo gak jadi, aku ulek ulek kamu"
"Sambel dong aku diulek ulek haha..., iya Insya Allah ya aku dateng. Udah kamu belajar dulu gih sana, siapin materi belajar. aku mau makan siang dulu sama teman baru"
"Huhh... baru sebentar kita ngobrol, yaudah jaga kesehatan kamu ya. awas jangan macem macem jangen genit cewe lain. Cewe anak kampus kan cantik, tapi aku yang masih belia ini tak kalah cantiknya dan imut :)"
"Iya domba betina ku, tenang aja paling ngintip dikit hehe.. pisss
yaudah dadah assalammualaikum"
"huhh.. kamu mah, dadah kambing jantan ku"

Pacar gue yang manja gemesin banget, salah satu penyemangat hidup gue. Kita baru pacaran 5 Bulan, dia masih berseragam putih abu abu. Salah satu wanita yang suka menghibur gue, mengisi kisah sehari hari gue

Intro - "SERA"


Hanya ada pepohonan serta batu yang gue dan eri duduki, cuaca pada saat itu agak mendung. "Terima Kasih ya kamu tuh sudah baik sama aku, tapi maaf sepertinya kita putus dulu hubungan. Maaf loh bukan bermaksud untuk memutuskan tali silahturahmi". Eri membungkukan badannya, terlihat dia mengeluarkan air mata. "Huss.. udah kamu jangan sedih, kalaupun kita jodoh pasti kelak Allah akan mempertemukan kita" Gue sambil mengusap air mata dengan tisu, dan eri berusaha tenang.

"Aku salah aku bodoh, tolong maafin aku ra. gak akan aku mengulangi lagi" Eri makin nangis, ya disitu gue gak mempersalahkan dia. Tapi gue mengkoreksi diri sendiri, dan gue sendiri membebaskan eri. "udah jangan menyalahkan kamu, aku juga salah kok. Makanya kita agak menjauh, agar memperbaiki sifat kita masing2. Kan yang udah aku bilang, kalaupun jodoh kita akan bersama".

Setelah perbincangan itu gue mengantarkan eri pulang kerumahnya, diperjalanan eri masih saja menangis. Mungkin dia menyesal dengan perbuatannya, tapi mau gimana lagi. gue sendiri udah komitmen silakan berhubungan lebih sama cowo lain, dengan catatan gue udah gak mau berhubungan sama eri. gue sayang sama eri tapi kalo eri lebih memilih dan bahagia sama cowo lain gue merelakannya.

Akhirnya kami tiba, tapi gue hanya mengantarkan eri didepan gang jalan rumahnya. "Semoga kamu seneng, bahagia, jangan macem2 loh yah". Tanpa mengucapkan apa2 eri pergi, dan tetap masih saja menangis. Hufft.. dasar cewe ya (-_-) . . .