"Aku salah aku bodoh, tolong maafin aku ra. gak akan aku mengulangi lagi" Eri makin nangis, ya disitu gue gak mempersalahkan dia. Tapi gue mengkoreksi diri sendiri, dan gue sendiri membebaskan eri. "udah jangan menyalahkan kamu, aku juga salah kok. Makanya kita agak menjauh, agar memperbaiki sifat kita masing2. Kan yang udah aku bilang, kalaupun jodoh kita akan bersama".
Setelah perbincangan itu gue mengantarkan eri pulang kerumahnya, diperjalanan eri masih saja menangis. Mungkin dia menyesal dengan perbuatannya, tapi mau gimana lagi. gue sendiri udah komitmen silakan berhubungan lebih sama cowo lain, dengan catatan gue udah gak mau berhubungan sama eri. gue sayang sama eri tapi kalo eri lebih memilih dan bahagia sama cowo lain gue merelakannya.
Akhirnya kami tiba, tapi gue hanya mengantarkan eri didepan gang jalan rumahnya. "Semoga kamu seneng, bahagia, jangan macem2 loh yah". Tanpa mengucapkan apa2 eri pergi, dan tetap masih saja menangis. Hufft.. dasar cewe ya (-_-) . . .

Posting Komentar