Yooosh.. Assalammualaikum. Selamat Siang Kawan
Lupakan keresahan, saatnya kita membahas yang lain. Oh iya... Selamat Hari Sumpah Pemuda 2015
Semoga kita sebagai pemuda pemudi bertekad semangat untuk bangsa Indonesia, menjadi pribadi yang lebih baik, menjunjung tinggi derajat bangsa Indonesia, hancurkan dinding yang menghalangi.
Semoga kita sebagai pemuda pemudi bertekad semangat untuk bangsa Indonesia, menjadi pribadi yang lebih baik, menjunjung tinggi derajat bangsa Indonesia, hancurkan dinding yang menghalangi.
Gue kasih ringkasan apa itu Sumpah Pemuda. Silakan simak berikut ini :
Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.
Yang dimaksud dengan "Sumpah Pemuda" adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada "tanah air Indonesia", "bangsa Indonesia", dan "bahasa Indonesia".
Keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap "perkumpulan kebangsaan Indonesia" dan agar "disiarkan dalam segala surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan".
Isi dari rumusan yang di cakan saat itu sebagai beriku yang akhirnya di kenal sebagai Sumpah Pemuda :
Nah itu dia ringkasan mengenai Sumpah Pemuda kawan, kali ini gue akan membahas pejuang masa kini. Kita sebagai pemuda pemudi penerus bangsa Indonesia, harus siap menggempur yang di depan kita. Gak perlu kita mengangkat senjata, gak perlu adanya tumpah darah. Yang kita perlukan "SEMANGAT" yuppz... dengan satu kata seperti itu, buat diri kita lebih berarti.
Semangat nasionalisme harus tetap mengalir tiap nadi kita, harumkan Indonesia dengan bakat yang kita punya. Contoh berikut ini beberapa pemuda pemudi yang mengharumkan Indonesia :
Masih banyak pemuda pemudi kita yang berbakat di luar sana. So... kalian yang sering tawuran, Narkoba, Alkohol stop !!! itu sangat menghancurkan masa depan kalian.
"Di Tahun ’28, bangsa kita yang belum punya Negara dan berbicara dengan ratusan bahasa daerah, sepakat jadikan bahasa Indonesia sebagai lingua franca. Dahsyat (@haidarbagir) "
Kutipan tersebut sengaja diambil, sehingga membuat hati gue begitu bergetar, betapa pemuda tahun 1928 mampu menerjemahkan semangat ke Indonesiaan begitu kuat. Pertanyaanya, apakah kita sebagai generasi penerus sudah mewarisi atau bahkan mewariskan keindonesiaan kita kepada anak-anak.
Sebelumnya gue ingin bertanya, sungguhkah para pemuda itu pernah bersumpah ataukah mereka hanya mengaku? Sumpah terdengar lebih puitis dan sakral daripada hanya ‘sekedar’ mengaku, atau mungkin memang kebanyakan kita lebih menyukai semua yang ‘terdengar’ indah daripada yang terlihat nyata?’
Tapi sejujurnya gue sangat menyukai bunyi sumpah, eh pengakuan para pemuda bangsa, pengakuan itu sesungguhnya membuat gue terharu. Namun sayang semangat belakangan ini tak selalu positif. Dengan era galau yang ngetrend dan jomblo jadi sasaran empuk bully, tengoklah berbagai sosmed, dan hal semacam itu membuat orientasi dan semangat remaja kita bergeser, tak lagi untuk berprestasi tapi lebih memfokuskan pada masalah hati.
Kata om Rhenald Kasali, remaja sekarang adalah generasi stroberi, terlihat cute tapi gampang sakit hati. Mereka terlalu rapuh, fiuuuh. Ayo dong remaja dan para pemuda, bukan hanya karena pada peringatan Sumpah Pemuda saja, tapi sesekali berpikirlah jauh ke depan, tentang hari esok ketika kalian jadi orang dewasa ketika kalian jadi pemimpinnya menggantikan mereka yang hari ini kebijakannya lo kiritik dan protes.
Mereka yang mewariskan lo dengan masalah. Mereka yang kadang ‘lupa’ memperlakuka lo dengan cara yang seharusnya. Mari lakukan aksi yang membuat lo layak untuk menyongsong masa depan lebih baik, bukan cuma jadi remaja yang rela ingatannya dilumpuhkan hanya karena putus cinta.
Remaja sekarang harus lebih tangguh dari remaja tahun 1928.
Mereka bisa bersumpah dan kalian harus mewujudkan sumpah mereka. Kalian harus tahu wahai pemuda apa yang Franz Kafka penulis kesayangan gue katakan tentang kalian, "Youth is happy because it has the capacity to see beauty.” Beruntunglah lo yang masih merayakan masa muda!





Posting Komentar