Assalammualaikum..

Hai.. Selamat siang, kelabu nya langit siang ini, memberi rasa pada hati untuk menulis. Rasa itu datang disaat kesendirian menjadi kawan, saat hati yang sepi berada pada batas toleransi nya. Kesendirian yang semakin menjadi-jadi, kala langit pun memberi latar kelabu.

Bagaimana bisa tokoh itu datang tiba-tiba, dan kapankah kebenaran akan membiarkan pintunya terbuka. Semua pertanyaan itu, begitu menyiksa jiwa yang meradang dalam ketidakberdayaan mencari jawaban. Ciyee... yang gak dianggapnya, lo lelah curi perhatiannya ?

Harus diakui, hati yang kosong mudah sekali dijejali, oleh dahsyatnya rangkaian kata, yang berbingkai alunan nada yang manis. Entah semu atau benar apa adanya. Sebuah harapan teruntai di tengah hiruk pikuk pergejolakan batin. Sedih sekali-kali boleh lah , tapi kalau tiap hari hidupsuram juga

Bahkan, perasaan yang sebenarnya dirasakan pun, begitu sulit di ungkapkan. Terasa senang sekaligus takut. takut sekali. Takut yang berkembang menjadi beku nya hati. Namun disaat yang sama, dapat langsung mencair hanya karna hangatnya sebuah perhatian. Tak apa sekarang mengemis, nanti suatu saat mereka yang mengemis santai aja dunia berputar kok.

Cukup sudahlah jangan mengusik raga yang pada lo akhirnya akan dijatuhkan dari tempat yang tertinggi. Jangan pula berpura mengasihi, padahal kelak hati itu kan dibiarkan membusuk karna luka yang terlalu lama. Perasaan jangan cuma dipendem, ungkapin selagi bisa.. Jangan sampe nyesel di kemudian hari.

Jika benar ada ketulusan untuk mengenal, maka datanglah dengan wajar tanpa berlebihan. Kalau benar ada ketertarikan pada rasa yang terpupuk, maka jangan pernah menyia-nyiakan. Selesaikan urusan dengan hati sendiri dulu, baru ketuklah pintu ini dengan hati bersih karna cinta dari Tuhan. bukan sekedar mencari sesuatu untuk mengisi kekosongan.
Hati ini sudah mengalami berbagai fase dalam hidup. baik hitam ataupun putih, maupun yang tersamarkan menjadi kelabu. Sudah saatnya untuk membuka jiwa, membiarkan ruh yang terjebak, merasakan indah yang sebenarnya dari Tuhan. bukan perasaan sesaat dari nafsu. bukankah hidup berwarna-warni bagai pelangi.

Terima Kasih. Wassalam. Selamat siang.