"La Tahzan, Innallaha Ma'ana" Bagi seorang muslim sudah tak asing, mendengar atau membaca kalimat itu. Sebenernya apa sih arti kalimat tersebut? "La Tahzan, Innallaha Ma'ana" : Janganlah bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.

Intro
 
Cuma mau sharing pengalaman, semoga mengetuk hati kalian. Kebenaran dari kalimat tersebut sangat pernah saya rasakan beberapa waktu yang lalu, kira-kira sebulan lalu hingga sekarang yang saya alami. Dan sangat sukses membuat hati saya bergetar, jiwa dan raga yang terombang-ambing hingga akhirnya tenang.

Bila sumber cahaya itu pergi dan tidak ada kehangatan serta menjadi lembab, gelaplah sudah dan sangat cocok bagi para syaitan bersemayam. Badan yang terbujur lemas, dada yang tak hentinya menghantam. Mata ini terus memandang ke atas dengan pikiran melayang-layang.

Esok hari benar saja tepat tanggal 4 Oktober lalu, tubuh yang diselimuti hawa kehancuran. Saya terkapar tak berdaya, dada sesak serta sakit seperti ditusuk. Mungkin kelelahan karena pengurusan acara aqiqah keponakan pertama, dijalanan penuh debu yang tak sengaja terhisap serta pergi wara wiri Bekasi - Jakarta.

Akhirnya berobat ke klinik, kebetulan sahabat saya Ichbal sedang ada di Jakarta dan mengantarkan saya. Setibanya di klinik, seperti biasa saya menunggu antrian panggilan untuk diperiksa. Ada beberapa orang yang sedang mengantri dengan wajah lesu mereka, sambil melepas bosan kami hanya bercanda-canda.

Tibalah saya dipanggil untuk diperiksa penyakit oleh dokter. Di ruangan itu dingin dan terlihat seorang dokter wanita, serta peralatannya yang tersusun rapi. Saya pun di periksa dengan stetoskop, alat bantu pendengar suara jantung dan suara pernafasan. Tersentak saya kaget dengan diagnosa dokter tersebut.

Dokter : Hemm.. Jantung kamu aneh, seperti ada suara yang tidak jelas. Pasti kamu merokok yah ?

Saya : Apakah parah dok ?

Dokter : Nada jantung kamu tak beraturan, itulah kenapa kamu sesak napas. Kita lihat perkembangan 4 hari atau seminggu yah ! kalo belum ada perkembangan, kamu berobat lagi ! ini saya kasih obat sesak nafasnya setengah yah, jangan kebanyakan karena sangat bahaya.
Saya hanya terdiam memikirkan penyakit dalam yang diderita. Menghampiri ichbal dan memberitahunya, tersentak dia pun kaget. Namun saya berkali-kali tak memikiran itu, saya akan membawanya ke alam tenang. Memastikan bahwa ini hanyalah penyakit biasa, dan bisa teratasi dengan baik.

Mulai

Penyakit yang tak kunjung sembuh, menggerogoti tiap saya bernafas. Dan sangat banyak sekali pikiran yang menyerang bertubi-tubi. Memporak ponda-kan seluruh otak ini, meruntuhkan pondasi fisik saya. Setiap saya bangkit dan tiap saya semangat selalu saja jatuh, tanpa ada mendorong saya.

Beberapa hari yang lalu saya tidur sangat gelisah dan disuguhi mimpi buruk, saya hanya seorang diri serta sosok makhluk hitam seram. Di siksa tanpa henti tanpa ampun, seperti di cambuk serta di dorong ke jurang panasnya api (Gak perlu saya berikan contoh gambar, silakan kalian bayangkan). Saya terbangun dibanjiri keringat, badan terasa panas, kepala pusing. Akhirnya saya wudhu dan Sholat Tahajud, memohon ampunan berdoa menenangkan hati.

Pagi harinya badan terasa segar, namun masih tersisa sedikit rasa gelisah. Seperti biasa di kantor saya browsing membaca berita, melihat postingan di medsos. Terlintas tanpa disengaja saya melihat postingan seseorang dengan judul "Tanda-tanda kematian", tak dapat dipungkiri rasa gelisah menjadi-jadi.

Hingga malam kembali tiba, demam malam pun langganan menghampiri. Saya masih memikirkan gelisah, karena beberapa waktu yang lalu saya sering membaca artikel seseorang dengan terselipnya kata "kematian". Saya tidur terlelap, karena kerjaan hari ini sangat menyita otak saya.

Terlihat di sana banyak keluarga yang sedang berkumpul, teman kerabat, sahabat serta keluarga dia dan dia terlihat menangis. Saya yang hanya melambaikan tangan, melepas senyuman. Lagi-lagi terbangun dengan mimpi buruk, saya pegang dada terasa sesak dan sakit. Sebentar saya merenung mengingat dosa, berwudhu dan sholat tahujud lah  yang bisa menenangkan hati.

Saya coba untuk mendengarkan beberapa ayat Al-Qur'an, di bawah alam sadar saya terbawa arus ketenangan. Sangat begitu damai, hati yang sangat tentram. Mungkin ibadah saya kurang khusyu, ucapan dan sikap saya kurang baik. Hampir putus asa, dengan menguji saya dengan berbagai hal. Saya sangat tahu dan mengerti mengapa Allah memeberikan itu kepada saya.

Karena Sesungguhnya Allah Bersama Kita~