Malam ini dingin. Ia tahu ini dingin, seperti dingin yang sudah sudah.
Tapi manusia memang tak pernah ingat betul apa yang dirasakan.
Dan ia selalu merasakan lagi dan lagi. Seperti suka, duka, senang, sedih.
Bukankah itu semua pernah kita rasakan? Namun kenapa hari ini masih jugga semua tersasa baru?
Seperti nyanyian jangkrik di ujung sana.
Ia memang tahu kalau ia semakin kesepian.
Jangkrik menyayi karena ia kesepian.
Namun ada kalanya semua terasa lama.
Lalu jika mereka bertanya padanya.
Akan ia sampaikan ini takdirnya.
Karena terlalu menurut pada isi hati.
Meyakini sesuatu tanpa pertimbangan.
Percaya pada kalimat yang diucapkan saat aura cinta baru saja menghampirinya.
Aku seharusnya mengerti setiap orang yang mabuk asmara akan berkata apa saja.
Bahkan usangpun ia anggap janji.
Mata tak dapat melihat
Telinga tak dapat mendengar
Bibir tak dapat berbicara
Hingga ia tak dapat merasakan dan tenang di alam sana.
"Ich Vermiss{e} Dich"

Posting Komentar