Narasi pertunjukan sudah dilakukan, dia yang mengikuti tiap alurnya. Langkah demi langkah menikmati dengan nafsu hati yang membara. Narasi yang paralel dengan narasi pembuka sesi ini. Melukiskan kontradiksi antara kebahagian semu, di bawah kekuasaan dan kebahagian sejati.
Setiap manusia berhak dengan cintanya, berhak untuk mencintainya dan berhak untuk di cintainya. Tidak ada aturan pasti tentang cinta. Setiap manusia boleh memiliki dan bisa saja akan kehilangan. Tidak ada kasus mencuri cinta dipidanakan. Karena cinta itu memilih dan terkadang juga pilihan, bukan merampok atau pun paksaan,
Untuk wanita ku dengarkan lah.
Sudah sejak lama kita menjalin hubungan, dan seharusnya kau tau seberapa dalam dan akan seberapa lama cinta mu bertahan? Setiap hari ketika bercanda dengan kamu adalah bahagia. Allah mungkin belum berkehendak menyerahkan sepenuhnya untuk ku. Atau mungkin Allah masih ingin menguji sberapa kuat iman kita untuk saling mengerti dan setia.
Untuk Kamu Yang Ku Rindukan
Aku mencoba belajar bagaimana mempertahankan posisiku dengan berjabat tangan, bukan dengan kepalan atau senjata. Karena aku menghargai setiap perasaan manusia.
Wahai Wanita ku dengarkan lah
- Dengan hijab kau terlihat lebih anggun
- Hijabmu membuat dirimu menarik dan berkelas di hati, tak hanya dimata
- Walau tak ada jaminan kau sempurna, tetapi dengan berhijab itu adalah bukti bahwa engkau berusaha menjadi orang baik
- Sama Allah saja kau setia, tentulah aku tak meragukan kesetianmu
- Dengan perintah Allah saja kau patuh, niscaya patuh denganku bukan suatu yang sulit bagimu
- Tubuhmu saja kau jaga sebaik-baiknya, apalagi cintamu untukku
Untuk kamu wahai wainta ku~

Posting Komentar