Siang kemarin gue duduk di samping jendela kamar teman, dengan khas lamunan biasanya sepintas wajah dia. Menikam pikiran memaksa otak kiri gue bekerja, mempertimbangkan menganalisa dengan hati-hati. Kebetulan salah satu teman gue ada yang ulang tahun, saat kita masih satu atap kampus dan kelas yang sama. Namun gue gak menghadiri acara itu, karena gak mungkin dengan penyakit gue sekarang bisa menembus perjalanan jarak jauh.
Melanjutkan lamunan tadi, gue merancang kembali otak kiri ini bekerja. Akhirnya gue memberanikan diri untuk datang ke rumah dia, meski gue merasa takut nantinya menimbulkan kekecewaan. Mencoba untuk menghubungi dia "tut tut tut ... nomor yang ada panggil sedang tidak aktif" Cessss... perasaan gue kalut, oke gue coba untuk menghubungi nomor orang tuanya.
Hallo.. AssalammualaikumWallaikumsalam, ada apa ? (Eh ternyata dia yang angkat)Hape kamu gak aktif ya ?Iya, lagi aku charger.Oh... Ehmmmmm... Aku mau maen ke rumah ! (hehe.. gue sempet takut dia nolak)Tapi aku mau keluar dulu !Aku gak sekarang kok ke rumahnya, nanti abis maghrib.Oh yaudah..Yaudah, AssalammualaikumWallaikumsalam
Skip... lanjut di rumah dia
Sampai lah gue di rumahnya, saat itu kebetulan dia ada di depan itu dengan papanya. Gue yang baru sampai langsung mengatur nafas, yaa.. gue sendiri gak tau penyakit ini ada apa dan kenapa kaya gini. Gue menaruh Pizza di atas tempat duduk yang biasa gue bersantai di rumahnya. "Yuk nih makan bareng" Kebetulan dia memasang status di whatsapp "mau ini (Pizza)", di jalan gue menyempatkan mampir ke PHD.
Seperti biasa gue berbincang-bincang dengan papanya, kita membicarakan penyakit yang di derita sama "Jantung". Papanya baik, beliau sering membuat cerita seru, modelnya seperti anak muda, gak mempermasalahkan harus ini itu.
Dengan keluarga dia saat ini, gue sangat merasa nyaman. Gue lebih deket ke mamanya, kita sering cerita ini itu disertai canda tawa khas mamanya. Namun kemarin mamanya sibuk, gak ada cerita seperti biasanya. Ketika papanya sedang asik olahraga jempol (Otak Atik Hape ^_^), gue ditawari makan oleh dia kebetulan gue lapar dan memang harus makan. (Semoga kelak kamu melayani aku dengan rasa harmonis yang sangat berbeda dari sekarang ini amin...).
Sudah lama kita gak pernah seperti ini, biasanya dia dengan semangatnya bercerita. Gue sebagai pendengar setianya, memperhatikan tiap bait kalimat yang dia keluarkan meski sepintas gue agak jengkel. Gue yang menahan ngantuk, menahan waktu larut malam, hanya untuk mendengarkan cerita dia. Perasaan gue terbayarkan semua, pada malam itu gue sangat senang sekali.
~Terima Kasih Kamu~

شركة تركيب كاميرات مراقبة بالقطيف
BalasHapusشركة تركيب كاميرات مراقبة بالرياض
شركة تركيب كاميرات المراقبة بالدمام
شركة تركيب كاميرات المراقبة بالجبيل